Cinta Sejati Erizal Barnawi Pada Alat Musik Tradisional Lampung Membawanya Melanglang Buana

Kamu suka membuka aplikasi Tiktok di waktu senggang?

Kalau ya, mungkin pernah lewat di timelinemu pemusik online yang memainkan lagu-lagu populer dengan alat musik tradisional seperti sape dari Kalimantan dan angklung dari Jawa Barat.

Menarik ya, sungguh perkembangan yang menggembirakan ketika anak muda gen Z tertarik mempelajari alat musik tradisional yang mulai langka keberadaannya ini.

Cinta Sejati Erizal Barnawi Pada Alat Musik Tradisional Lampung Membawanya Melanglang Buana

Berawal dari Gitar Tunggal

Salah satu anak muda yang tertarik berkecimpung di dunia musik tradisional adalah Erizal Barnawi, seorang dosen Seni Musik di Universitas Lampung yang sepanjang kehidupannya menekuni alat musik tradisional Lampung.

Pemuda asli Kotabumi Lampung ini tumbuh dan besar di lingkungan yang akrab dengan dunia seni musik tradisional Lampung. Saat itu, Ayahnya memberikan hadiah gitar tunggal khas Lampung pada kakaknya saat ia masih duduk di bangku SD. Uniknya, kakaknya tidak tertarik belajar gitar tradisional itu, malah ia yang tekun mempelajarinya.

Sejak itu, ia tertarik mempelajari musik tradisional Lampung yang menurutnya indah dengan gitar tradisional dari ayahnya. Pemuda kelahiran Kotabumi tahun 1990 ini pun belajar alat musik tradisional Lampung seperti serdam (alat tiup bambu), Bende (gong kecil) hingga Gamolan Pekhing yang terbuat dari bambu.

Ia belajar musik tradisional dari banyak guru yang ditemuinya. Tak heran, ia mampu memainkan banyak alat musik khas Lampung yaitu gambus, gamolan, serdam, kulintang, plenongan dan gitar klasik pepadun. Serta banyak lagi alat musik khas Lampung lain. Ia begitu tertarik belajar lebih dalam tentang musik tradisional.

Kuliah di ISI Jurusan Etnomusikologi

Maka, berkuliahlah dia di ISI Yogya jurusan Etnomusikologi. Etnomusikologi adalah studi yang mempelajari tentang musik dalam konteks sosial dan budayanya, yang memadukan disiplin antropologi dan musikologi. Bidang ini mempelajari peran musik dalam masyarakat, teknik musik etnis dan musik tradisional di dunia. Begitu seriusnya ia mempelajari musik tradisional ya.

Cinta Sejati Erizal Barnawi Pada Alat Musik Tradisional Lampung Membawanya Melanglang Buana

Sepulangnya ia dari Yogya, keinginannya untuk mempopulerkan berbagai alat musik tradisional Lampung di kampung halamannya sendiri kian menggebu. Ia prihatin, masyarakat Lampung tidak banyak yang mendengar lagu-lagu khas Lampung, apa lagi tertarik mempelajari alat keseniannya. Memang sih, lagu-lagu Lampung seperti Cangget Agung dan Sang Bumi Ruwa Jurai cukup populer di masyarakat.

Setiap kecamatan di Lampung juga difasilitasi alat kesenian tradisional oleh pemerintah daerah. Tapi, apakah lagu-lagu Lampung makin banyak diciptakan? Apakah minat anak mudanya untuk belajar kesenian tradisional juga meningkat? Ia khawatir jika generasi muda tak peduli lagi dengan  kesenian mereka sendiri, maka beberapa tahun ke depan kesenian tradisional bisa punah. Menyedihkan, bukan?

Berkeliling dari Kampung ke Kampung

Karena itulah, Erizal mendedikasikan waktunya untuk berkeliling Lampung mengajarkan kesenian tradisional Lampung ini kepada masyarakat. Ia datangi kampung-kampung di Lampung untuk menawarkan anak muda belajar alat musik tradisional Lampung. Mulai dari sekolah-sekolah, kampus, karang taruna, komunitas, hingga lembaga swasta dan pemerintah ia ajarkan alat musik Lampung tanpa pandang bulu. Metode dan materi pelajarannya ia ambil dari materi pelajaran saat ia berkuliah dulu.

Ia mengajarkan murid-muridnya alat musik tradisional yang terbuat dari perunggu, seperti talo balak, kulintang, dan gamolan balak. Alat musik ini perpaduan dari berbagai instrumen perkusi, seperti kulittang, bende, gelitak, dan talo lunik, kompang, serta kendang. Alat musik ini sering dimainkan warga Lampung pada saat acara adat Bedawi.

Cinta Sejati Erizal Barnawi Pada Alat Musik Tradisional Lampung Membawanya Melanglang Buana

Berbagai desa di Lampung sudah dijelajahinya. Ia tak segan-segan menggunakan dana pribadinya untuk bepergian ke berbagai daerah di Lampung untuk mengajarkan alat musik. Tantangannya? Ya, mengajar murid-murid dari berbagai latar belakang memang tak mudah. Apalagi, banyak yang awam soal musik dan tidak tahu sama sekali tentang not balok dan not angka yang berarti ia harus mengajari mereka dari nol.

Kendaraan pribadinya bahkan kerap rusak karena ia menjelajahi Lampung di musim hujan yang menyebabkan jalan rusak parah tak dipedulikannya. Ia bahkan tak segan-segan menyumbangkan alat musik ke sekolah atau ke lembaga masyarakat demi mereka bisa terus bermusik tradisional setelah ia latih dengan intensif.

Buku Musik Tradisional Sebagai Bukti Cintanya

Tak hanya itu, pada 2019 Erizal meluncurkan buku berjudul Alat Musik Perunggu Lampung untuk mengenalkan alat musik tradisional Lampung pada khalayak lebih luas.

Syukurlah, kegiatan mengajar yang diniatkan Erizal sebagai sedekahnya untuk kampung halamannya ini mendapatkan perhatian banyak pihak yaitu dari pemerintah daerah dan pihak perusahaan swasta. Erizal kerap mendapatkan bantuan dari berbagai pihak yang salut akan keuletannya memperkenalkan musik tradisional. Perjuangan kerasnya membuahkan hasil manis karena UNILA bahkan membuka prodi musik berkat kerja kerasnya.

Bergema Musikku, Lestari Budayaku

Erizal lalu membentuk grup Barnawi Ensemble yang dididiknya memainkan alat musik tradisional dan membuat karya musik untuk ditampilkan di berbagai acara. Perlahan, ia bisa membawa grupnya mengikuti berbagai lomba kesenian baik di dalam maupun luar negeri.

Ia pernah membawa grupnya berlomba di Festival Musik dan Tari di Thailand. Ia juga pernah tampil bersama grupnya di Mesir, Uni Emirat Arab, hingga Singapura dan Malaysia. Ia ingin musik Lampung bisa bergema hingga luar negeri dan perlahan mulai tercapai.

Musik tradisional Lampung bukan lagi sekadar hobi baginya. Juga bukan sekadar pekerjaan karena ia adalah seorang dosen seni musik. Motto Erizal adalah Bergema Musikku, Lestari Budayaku. Menurutnya, selama musik tradisional Lampung terus bergema maka selama itu pula budaya daerah akan tetap lestari. Jadi, selalu gaungkan musik tradisional.

Musik tradisional Lampung adalah hal yang begitu dicintainya, begitu menyatu dalam dirinya seperti oksigen yang ia hirup setiap hari.

Cinta Sejati Erizal Barnawi Pada Alat Musik Tradisional Lampung Membawanya Melanglang Buana

Kepedulian dan kerja keras Erizal di Program Pemuda Lampung atau Pelatihan Alat Musik Tradisional Lampung ternyata membawanya meraih anugerah Satu Indonesia Award bidang Pendidikan di tahun 2022. Tak disangka, saudaranya yang kagum akan dedikasinya untuk budaya Lampung kemudian mendaftarkan Erizal ajang bergengsi ini dan menang.

Penghargaan ini sungguh menambah stok semangat Erizal untuk memasyarakatkan alat musik tradisional Lampung dengan dukungan dari pihak PT. Astra International, Tbk. Semangat Erizal takkan padam untuk memasyarakatkan alat musik tradisional Lampung sesuai motto hidupnya, Bergema Musikku, Lestari Budayaku.

 

Comments